Ngomongin Orang (Season 2)

Hai dunia maya dan teman-teman realita yang membaca! Kembali lagi bersama……………akuuuu *ngeselin banget, sok imut* ihiiiyyy hahahaha. Apa kabar semuanya? Semoga semuanya bahagia ya dan ga ada yang bete di hari Minggu. Karena… Continue reading

Pagi Ini (Nostalgia)

Hallo dunia maya dan teman-teman realita! Apa kabar semuanya? Udah lama gue ga curhat-curhat asik (versi gue) di blog ini karena keasikan nulis Percaya Cinta dari kemarin. Udah pada baca belum? Kalau belum… Continue reading

Percaya Cinta: Enam Puisi

Kenyataan adalah ramuan setiap khayalan Tepat sehari setelah pesta kebahagiaan, saat sarapan berdua, Maudy dan Dafi bertukar tumpukan kertas yang sama-sama dibungkus dengan amplop biru. Mereka membaca setiap kata di dalamnya sambil sesekali… Continue reading

Kejar Takdir yang Lama Berdiam

Setiap hari dalam kehadiran makna waktu yang tak terpisahkan Banyak orang mengagungkan impian sebagai landasan dalam mempertahankan hidupnya Banyak sekali mereka yang berjalan Tidak sedikit yang sudah berlari Semata-mata hanya untuk memperlihatkan kesungguhan… Continue reading

Percaya Cinta: Lima Damba

Kekhawatiran lebih sering menghampiri manusia yang sedang sendiri Tak ada yang sederhana dari putus cinta. Setelah sendiri lagi, aku diharuskan oleh keadaan untuk memulai ulang pencarian. Entah untuk kebutuhan hasrat ku sebagai manusia… Continue reading

Setelah Ini Apa Lagi?

Memangnya kau menginginkan apa? Berharaplah yang sesuai dengan kenyataan saja Jika kau selalu bertanya setelah ini ada apa lagi? Jangan terlalu lama berhenti Karena setelah ini mungkin tidak ada lagi  

TEASER – #PercayaCinta

Percaya Cinta adalah serial fiksi yang  setiap hurufnya disusun oleh Muthia Zahra Feriani. Kamu bisa mengikuti ceritanya melalui tautan di bawah ini: 1. Percaya Cinta #1: https://realitamimpi.wordpress.com/2014/01/21/percaya-cinta-satu-saja/ 2. Percaya Cinta #2: https://realitamimpi.wordpress.com/2014/01/29/percaya-cinta-dua-doa/ 3.… Continue reading

Berlalu

Seberang. Jarak. Tertuju. Jika ada waktu. Jika ada waktu. Jika ada waktu. Sebaiknya kesendirian berlalu. Jika ada waktu. Jika ada waktu. Jika ada waktu. Seberang. Jauh. Kamu. Berlalu.  

Percaya Cinta: Empat Janji

Bisakah percaya berhenti bercerita? “Pokoknya mulai detik ini kamu harus cerita semua ya sama aku. Jangan ada yang dipendam sendiri. Aku pasti dengerin kok semua cerita kamu. Semuanya, kapanpun, dimanapun.” Kata Rianti seraya… Continue reading

Percaya Cinta: Tiga Isyarat

Dibalik Diam Bisa Jadi Ada Usaha yang Paling Mulia Setiap Rabu, gedung kesenian di pinggir sudut Jakarta adalah tempat terbaik untuk merefleksikan yang tak terdengar. Di sini ada puluhan penari muda yang memperlihatkan… Continue reading