Percaya Cinta: Enam Puisi

Kenyataan adalah ramuan setiap khayalan

Tepat sehari setelah pesta kebahagiaan, saat sarapan berdua, Maudy dan Dafi bertukar tumpukan kertas yang sama-sama dibungkus dengan amplop biru. Mereka membaca setiap kata di dalamnya sambil sesekali saling memandang. Selepas membaca, keduanya tersenyum dan dalam-dalam bersyukur memuji indahnya takdir yang menghampiri.
“Jadi ternyata selama ini kita sudah ada telepati?”, Tanya Maudy pada Dafi.

25 Februari 2018

*****

Pernahkah kau merasa berada di tempat yang sama?
Pernahkah kau melihat langit yang senada?
Pernahkah kau mendengarkan lagu yang seirama?
Jika pernah jawabmu, maka itu yang kurasa
Semakin lama, aku kira kita semakin dekat
Untukmu,
Manusia yang belum aku tahu nama, paras, apalagi isi hatinya

25 Februari 2014
D….

*****

Hai belahan jiwa, sudah dekatkah rasanya kita akan berjumpa
Aku sedang merayakan hari ini, tanggal 25
Entah mengapa tiba-tiba ada angin yang sampaikan
Bahwa titik kita untuk bertemu akan segera sampai
Sebenarnya siapakah kamu?
Bolehkah aku tahu?

25 Februari 2015
-M-

*****

Pernahkah kau merasa rindu yang berjangka?
Pernahkah kau menantikan hari yang ditunggu-tunggu sepanjang masa?
Pernahkah kau pikirkan akan tiba saatnya bersua?
Jika pernah jawabmu, maka itu yang kurasa
Semakin lama, aku kira kita semakin dekat
Untukmu,
Manusia yang belum aku tahu nama, paras, apalagi isi hatinya

25 Februari 2016
D…

*****

Apa kabarmu hari ini?
Tulisan setiap tanggal 25 aku ciptakan seperti hari raya
Ada pesta kecil di pikiranku
Jiwa ini menari bila aku yakin sesaat lagi kita akan bertemu
Jangan bilang aku gila menulis ini semua
Aku hanya ingin membuat museum kata sepanjang perjalanan dalam pencarian menemukanmu
Tapi sebenarnya, siapakah kamu?
Bolehkah ku tahu?

25 Februari 2017
-M-

*****

“Dan mungkin ini yang akan mengakhiri semua telepati kita yang penuh tanda tanya.”
Kata Maudy kepada Dafi sambil keduanya bertukar amplop berwarna putih gading dan mereka membacanya bersama-sama.

*****

Setiap aku menunggu, di setiap itu aku tahu kau ada
Ternyata benar kau adalah nyata
Rangkaian doa jadi saksi, bahwa sudah lama kita ditakdirkan saling mencari
Hari ini aku lepaskan kekhawatiranku
Aku serahkan semua ketidakmampuanku
Asalkan denganmu, aku yakin akan mampu melakukan perjalanan baru
Sekarang aku sudah tahu nama, paras, dan selalu belajar mengenal isi hatimu
Selamat datang Maudy, genggamlah jiwaku
Peluklah inginku untuk hidup di bawah atap yang sama denganmu

25 Februari 2018
D…

*****

Saat ini tiba,
Kesucian sabar berbuah keindahan
Aku tidak punya harga untuk membayar tanggal 25
Ternyata setiap baris yang aku tulis tahunan lamanya akan berhenti hari ini
Berikutnya aku tak akan lagi menulis sendiri
Denganmu sudah aku siapkan pena kasih yang tak akan habis tintanya
Biarlah setiap detik menjadi lembar yang kita isi dengan sabar dan penuh keikhlasan
Ternyata kamulah, dia yang selalu aku tanya di setiap puisi tanggal 25
Hai Dafi Ardana, jadilah kita yang akan setia untuk tumbuh bersama

25 Februari 2018
-M-

*****

“Kalian berdua sedang apa sudah sore begini masih di sini?”, Tiba-tiba petugas perpustakaan datang menghampiri Maudy dan Dafi yang masing-masing masih sibuk sendiri.
“Menulis puisi.”, Keduanya menjawab bersamaan.

25 Februari 2013

Image

Setipis apapun khayalan akan terwujud jika dilapisi dengan tebalnya harapan

 

Advertisements